Putri ALKO Peringkat Tiga Nasional


PUTRI ALKO PERINGKAT TIGA NASIONAL

LIVOLI 2013Berada pada peringkat keempat pada tahun 2012 dan peringkat ke enam pada tahun 2011, Tim putri Alko berhasil memperbaiki peringkat pada tahun 2013 ini menjadi peringkat ketiga nasional pada ‘Liga Voli Indonesia (Livoli) divisi utama tahun 2013’.

Bertanding di GOR Bhahurekso kab. Kendal – semarang 13 s/d 20 Oktober 2013, Alko berada di pul ‘berat’ bersama juara bertahan Bank Jatim dan tim Mabes TNI. Awal pertandingan Alko berhadapan dengan Yokhbet dkk. dari Mabes TNI.  dengan hasil yang cukup seru 3 – 2 untuk keunggulan Mabes TNI (26 – 24, 25 – 21, 20 – 25, 21 – 25 dan 7 – 15) .

Pada babak penyisihan selanjutnya Alko berhadapan dengan tim putri Bank Jatim, sempat unggul 2 – 1 alko keteteran pada dua set berikutnya sehingga kembali kalah 3 – 2 (25 – 6, 21 – 25, 21 – 25, 25 – 22 dan 15 – 13), dan ini menempatkan tim putri Alko sebagai peringkat 3 di Pul A.

Pada babak Knock Out, Alko berhadapan dengan peringkat 2 pul B yakni ‘saudara jauh’ Bontang LNG Badak. sempat unggul 2-0 alko tersusul 2-1 beruntung pada set keempat Alko kembali unggul, sehingga berakhir dengan 3 – 1 untuk Alko dan berhak maju ke semi final (25 – 20, 25 – 18, 23 – 25 dan 25 – 23).

Seperti  ‘Roller Coaster’ Alko kembali ketemu tim Bank Jatim di semi final, kali ini kondisi tim Alko tidak sebaik babak penyisihan, dan kalah 3 – 0 (25 – 18, 26 – 24 dan 25 – 16).

Perebutan peringkat 3-4, Alko kembali membangun kepercayaan diri tim. Kejadiannya kembali seperti ‘Roller Coaster’ karena Alko harus ketemu tim Mabes TNI lagi. Tapi kali ini kepercayaan diri tim Alko sudah lebih baik, Yolla, Wilda, Eki, Ike, April, Linda, Tresna, Nifa, Ajeng, Vita, Yoli dan Libero Shanty berhasil revans dengan skor 3 – 0 (25 – 18, 25 – 15 dan 25 – 18) dan berhasil menduduki peringkat ketiga nasional.

oleh : Ahmad Zul

Selamat Jalan “AKI RONI”


Ketua Harian ALKO Telah Berpulang

PDFPrintE-mail

Selamat Jalan “AKI RONI”

Kota Bandung dan Jawa Barat kehilangan salah satu tokoh sekaligus penggiat olahraga bola voli, Sukardi Alatas atau yang akrab dipanggil Ronny SA. Bang Ronny, sapaan akrab beliau, meninggal dalam usia 71 tahun di RS Muhammadiyah Bandung pada Selasa (2/6) sekitar pukul 21.03 WIB akibat penyakit yang dideritanya.
Ronny SA yang lahir 11 Oktober 1942 ini telah menorehkan berbagai tinta emas di dunia perbolavolian. Tidak hanya untuk level Kota Bandung dan Jawa Barat, namun Bang Ronny pun telah mencatatkan kiprahnya di level internasional.
Berdasarkan penuturan rekan satu angkatannya, Gugi Gustaman, almarhum memulai karirnya di dunia bola voli sekitar tahun 1960-an. Saat itu, dirinya bersama almarhum, dr Ace, Endang Bagio, Unay Sunarya, dan rekan lainnya menimba ilmu bol voli di klub Sirnagalih milik pengusaha bioskop, Parman Suteko. Di klub tersebut, Ronny SA menempati posisi sebagai spiker.
“Jadi nama Ronny itu adalah pemberian dari pemilik klub Sirnagalih. Katanya biar lebih menjual namanya,” ujar Gugi saat ditemui di rumah duka, Jalan Sriwijaya Gang V no 34, Kota Bandung, Selasa (2/6) malam.
Pada Mei 1973, Ronny bersama rekan-rekannya di klub Sirnagalih pindah ke klub DLLAJ. Pasalnya, lapangan bola voli yang biasa dipakai klub Sirnagalih berlatih, beralih fungsi menjadi bioskop Palaguna sehingga kegiatan di klub mandeg dan bubar.
Di klub DLLAJ, Ronny pun pindah posisi menjadi seorang pengumpan atau setter mendampingi setter sebelumnya, dr Ace. “Pokokna bola-bola Ronny mah, umpan bola aneh kabeh. Bola nyerepet wungkul, lamun aya nu bisa nenggel mah jago weh. (Pokoknya bola dari Ronny, umpan bolanya aneh. Kalau yang bisa mukul hasil umpan bola Ronny, jago),” tutur Gugi.
Selama memperkuat klub DLLAJ, Ronny ikut mempersembahkan beberapa gelar juara. Diantaranya, menjadi juara nasional tiga kali berturut-turut pada tahun 1974, 1975, dan 1976. “Kita sebagai klub baru di Indonesia, mampu bersaing dengan klub-klub yang sudah lama di Indonesia seperti Sparta Surabaya, Vio Surabaya, Vervos Jakarta, dan V3 Jakarta. Kita pun menjadi klub yang mengenalkan permainan bola voli modern dengan banyak variasi serangan,” timpal dr Ace.
Pada tahun 1981, Ronny SA bersama Bambang, dr Ace, Gugi Gustaman, dan Endang Bagio mendirikan klub Alko setelah keluar klub DLLAJ. Melalui tangan dingin Ronny, beberapa pemain sempat dia ciptakan. Dia pun sempat menjadi pelatih bola voli pantai Jabar pada tahun 1995. Dua tahun kemudian, Ronny SA pun dipanggil menjadi pelatih bola voli pantai Indonesia. Ronny menjadi pelatih timnas bola voli pantai untuk kejuaraan di Australia (1997) dan Philipina (2000).
Ronny pun mengantarkan tim putri Alko Bandung menjadi juara Kejurnas Bolavoli tahun 2010 di Purwokerto. Saat itu, Ronny menjabat sebagai manager tim. Ronny pun aktif dalam kepengurusan Pengda PBVSI Jabar.
Bagi Gugi maupun dr Ace, banyak kenangan yang tidak bisa dilupakan bersama Ronny SA. Bagi mereka, Ronny SA merupakan sosok yang periang dan mampu mencairkan suasana di dalam lapangan saat tim terpuruk. Keduanya pun menilai sosok Ronny SA sebagai seorang yang perlente dan selalu ingin tampil menarik.
Istri Ronny SA, Heni Maryam (62) menuturkan, suaminya sudah menderita sakit sejak satu tahun lalu. Meski demikian, suaminya itu tak pernah meninggalkan dunia bola voli. Bahkan saat dirinya baru keluar dari rumah sakit, selalu mencuri-curi waktu untuk menyaksikan pertandingan bola voli atau hanya sekedar melihat kegiatan bola voli di Jalan Lodaya Bandung yang menjadi sekretariat Pengda PBVSI Jabar.
“Dirinya sempat nekad nonton kejuaraan bola voli di Jalan Macan padahal saat itu Abang baru sembuh. Mungkin jalan ini yang terbaik buat beliau, kita sekeluarga sudah merelakan beliau. Semoga diterima di sisi-Nya,” tutur Maryam.
Ronny SA meninggalkan satu orang istri dan lima anak yakni Erwin, Andri, Fedy, Rino, dan Devi. Ronny pun meninggalkan 6 orang cucu dan 3 mantu. Selamat tinggal Bang Ronny, jasamu di olahraga bola voli akan selalu dikenang. Selamat jalan, semoga ditempatkan di sisi Allah SWT.
Biodata Ronny SA
Nama: Ronny Sukardi Alatas
Lahir: 11 Oktober 1942
Karir Klub:
1960 – Klub Sirnagalih Bandung
1973 – Klub DLLAJ Bandung
1981 – Klub Alko-sekarang
Karir Pelatih:
1995 – Pelatih Tim Bola Voli Pantai Jabar
1997 – Pelatih Timnas Bola Voli Pantai (Australia)
2000 – Pelatih Timnas Bola Voli Pantai (Philipina)
Istri: Heni Maryam
Anak: Erwin Heriansyah
Andri Ardiansyah
Fedy Ferdiansyah
Rino Finalsyah
Devi Valdiansyah
Penuli : *AUS*
Kategori:Uncategorized

Coach Kiattipong’s Story

Kategori:News, Pengetahuan

Pelatih Pertamina di Pecat dan Menambah Pemain.

Kategori:Uncategorized

Manokwari kalahkan Jakarta TNI AU

Februari 18, 2013 1 komentar

Gambar

Pevoli putri Manokwari Valeria Papua Barat, Devota H Raharawin melepaskan smash ke arah tim Jakarta TNI AU, saat berlaga dalam putaran pertama liga bola voli Proliga 2013 di Hall Basket, Senayan, Jakarta, Minggu(17/2). Manokwari Valeria Papua Barat menaklukan Jakarta TNI AU dengan skor 3-1 (19-25, 25-18, 25-17, 25-21).

Kategori:News Tag:

Mengerti adalah Lebih.

Februari 1, 2013 1 komentar

100_4903Pelatih dihadapkan dalam proses latihan bersama para atlitnya dengan harapan semua yang dia sampaikan dapat menjadikan atlitnya maju.

Hari, minggu, bulan bahkan tahunan sudah dilewati olehnya. Tetapi muncul pertanyaan besar dalam hatinya, harapannya tidak kunjung sampai. Siapa yg salah, siapa yg tidak berbakat atau adakah saya tidak pandai dalam melatih??.

Sekedar tukar pikiran; Sistem yg dipakai sudah mendunia, Ilmu yg didapatkan bersumber dari orang besar, buku referensi lengkap. Metode pun sudah tingkat Dewa, tetapi atlit kita tidak kunjung sampai pada tahapan yg memuaskan.

Sekedar omongan asal; kita berikan dia sistem yg sederhana lantas berikan pemahaman, alasan, juga selingi dengan pertanyaan2 sederhana yg berkaitan antara benar dan salah keduanya melalui gerakan/contoh.

Lakukan semua itu, dalam hitungan bulan saja akan lebih terlihat kemajuan-kemajuan yg akan bisa membuat ada sedikit titik-titik kepuasan.

Lanjutkan dengan potongan-potongan latihan dengan diskusi kecil, agar bisa tahu bahwa atlit kita “mengerti” atau tidak, sekaligus mengukur tingkat cognitif mereka.
Usahakan untuk selalu memberikan puncak latihan pada setiap sesi latihan disertakan dengan tekanan agar terlihat performa atlit secara keseluruhan baik tehnik maupun mental.

Berikan evaluasi-evaluasi diakhir sesi latihan.

Mengerti itu pasti akan lebih…..
Kecapean itu adalah sebaliknya…
Karena dengan mengerti kenapa kita kecapean akan membuat kita lebih cerdik, pintar dan trampil….

Vertikal Jump dan Latihan Loncat, bag. 1


301786_394221677274606_100000603326032_1443762_670504102_nSemua pembicaraan tentang lompat vertikal dan plyometrics, tak heran begitu banyak atlet yang ingin melakukan latihan ini. Dapatkah latihan plyometrics  membantu Anda? Apakah latihan plyometrics berbahaya? Apa yang bisa saya harapkan untuk memperoleh hasil dari latihan ini – 1 inci kah saja hasil dari latihan vertikal saya? Atau bisa saya harapkan untuk mendapatkan 10 atau 12 inci? Ini adalah beberapa pertanyaan yang paling umum mengenai plyometrics. Dalam artikel berikut, dijawab pertanyaan-pertanyaan yang didasarkan pada studi dan penelitian.
Mari kita pertama berbicara tentang melompat vertikal. Untuk Mampu melompat tinggi melibatkan banyak faktor. Beberapa faktor dapat dikontrol. Berbicara tentang persentase cepat-kedutan serat otot di daerah penting (kaki) yang lebih tinggi daripada rata-rata. Pada kebanyakan orang, perbedaan persentase antara lambatnya-kedutan (besar untuk ketahanan) dan cepat-kedutan relatif kecil. Biasanya persentase seseorang yang dekat dengan 50% -50% atau 60% -40%. Berapa banyak cepat-kedutan yang Anda miliki? Nah, ada tes yang dapat dilakukan untuk persentase perkiraan ini. Kemungkinan Anda sudah tahu jika Anda memiliki perbedaan besar dalam persentase. Jika Anda adalah seorang pelari sangat cepat di SMP atau Anda berlari satu mil 5 menit di SMP, Anda dapat membuat tebakan.
Telah ditemukan bahwa pemisahan fast-twitch/slow-twitch tidak begitu sederhana. Penelitian telah menemukan fakta bahwa seiring dengan serat berkedut cepat dan lambat berkedut-besar, ada juga serat yang memiliki sifat-sifat baik.  Serat ini dipengaruhi dengan cara yang besar yaitu dengan pelatihan yang khusus. Oleh karena itu, melakukan pelatihan yang berfokus pada gerakan cepat (melompat, berlari, dll.) Memungkinkan otot-otot untuk mengembangkan sifat-sifat cepat-kedutan dari serat otot terebut. Dalam rangka untuk melatih otot-otot ini,  harus memperhatikan konsep “kekhususan.” Spesifisitas melibatkan reaksi otot atau kelompok otot untuk dilatih. Jika melatih kelompok otot dengan bergerak pada kecepatan tinggi, maka akhirnya bahwa kelompok otot akan lebih kuat – tapi hanya pada kecepatan itu. Bahkan, dalam studi terbaru, konsep spesifisitas telah terbukti menjadi lebih umum di semua jenis latihan. Jika kelompok otot yang dilatih pada sudut tertentu, maka hanya akan menunjukkan perbaikan kekuatan di sudut itu. Konsep kekhususan harus diingat dalam semua tingkatan dan semua jenis latihan.
Jadi, apa yang harus dilakukan dengan latihan melompat? Berbagai jenis pelatihan yang digunakan dapat dianggap efektif, walaupun beberapa di antaranya  tidak berguna dan bahkan berbahaya. Ketika suatu teknik berhasil, itu tidak berarti bahwa itu adalah  teknik yang menghasilkan hasil tersebut. Kadang-kadang, efek pelatihan positif yang terjadi muncul meskipun  teknik latihan tersebut adalah karena beberapa faktor lainnya. Perlu diingat bahwa pelatihan harus masuk akal (karena konsep spesifisitas)., Jadi jika teknik tampaknya diluar akal sehat dan seorang teman mengatakan itu bekerja untuknya, jangan langsung menganggap itu mutlak dari latihan itu sendiri sebagai suatu kesimpulan.
Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 77 pengikut lainnya